Wednesday, April 29, 2015

Keprihatinan terhadap pesta bikini bagi siswa-siswi SMA di Jakarta dan Bekasi untuk mengusir penat setelah UN, tersebar di media sosial. 'Pesta Bikini Rayakan UN' pun nangkring jadi trending topic di Twitter. 

Hingga Kamis (23/4/2015), pukul 12.30 WIB, tema tersebut masih nangkring di trending topic Indonesia, setelah sebelumnya sempat mampir juga di trending topic dunia. Kebanyakan netizen mengungkapkan keprihatinannya
***Pesta Bikini ini dipastikan jadi jalur perzinaan yang akan merajalela. Sudah minim pemahaman soal aurat, mala aurat sengaja di pertontonkan jadi hiburan. inilah negeri dimana remajanya banyak tak beradab - minus pemahamaan Islam - penguasa tiarap demi kepuasaan nafsu sesaat.

Hapus Zina dengan Islam. 
Pesta bikini jalan untuk pelacuran. dan ini sungguh jauh dari Islam. Sebab, pelacuran adalah perzinaan. Dan dalam Islam, perzinaan termasuk dosa besar dan merupakan perbuatan keji yang diharamkan. Allah SWT berfirman yang artinya: “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (TQS Al-Isra [17]: 32).
Tidak satupun umat Islam di dunia ini yang tidak paham ayat masyhur ini. Entah Islam KTP, para pelajar, mahasiswi, karyawan, pegawai, pejabat dan terlebih ulama, tak ada yang berbeda penafsiran tentang haramnya perzinaan ini. Tapi mengapa zina semakin merajalela di depan mata? berbikini di banggakan secara ria, bahkan di publis ke sosial media. Ke mana gerangan penguasa negeri yang mayoritas penduduknya Muslim ini?
Peran Negara Demi Hapuskan Zina
Tidak ada orang tua yang bangga anaknya menjadi pelacur. Setiap orang tua tentu berusaha menjauhkan anak-anaknya dari kemaksiatan. Namun, menjadi orang tua saat ini memang tidak mudah. Wejangan kebaikan yang ditanamkan di rumah, belum tentu diaplikasikan anak-anak di luar rumah. Sebab, pengaruh lingkungan dan media massa sangat mendominasi.
Di sinilah peran pemerintah sangat strategis. Negaralah yang punya wewenang untuk melarang pesta bikini itu. Tidak ada kata tidak mungkin jika ada kemauan. Hal yang harus dilakukan antara lain pertama, memberi hukuman berat bagi pelaku, baik suka atau tidak suka.

Caranya, tutup tempat-tempat pelacuran yang terang-terangan ada datanya dan diketahui masyarakat umum. Tangkap orang yang posting poster itu, pezina komersial dan pelanggannya yang ikut didalamnya. Sekalipun remaja belasan tahun, asal sudah baligh tidak layak dibela sebagai korban. Mereka adalah pelaku, layak diganjar sanksi.
Untuk tindakan preventif. maka pemerintah harus melarang berkembangnya industri porno, termasuk larangan menyiarkannya melalui media massa apapun. Baik media cetak, televisi, VCD porno, konten di internet, games, bioskop, komik, buku, dll. Demikian pula melarang propaganda ideologi asing yang mengampanyekan gaya hidup hedonis, seperti pergaulan bebas, penyimpangan seksual, trend yang bertentangan dengan syariah, dll.
lalu, memproteksi anak-anak dan remaja dari tindak kejahatan seksual, termasuk perdagangan manusia yang menjerumuskan anak dan remaja ke lembah hitam. Keempat, menciptakan sistem pendidikan berbasis agama Islam yang mampu melahirkan anak didik bermoral, bersyakhsiyah Islamiyah dan terjauhkan dari kemaksiatan. Kelima, menerapkan sistem pergaulan sosial berdasar aturan Islam yang menjamin minimnya interaksi campur baru laki-laki dan perempuan.
Semua itu hanya bisa dilakukan oleh negara yang berlandaskan ideologi Islam. Mengharapkan terhapusnya perzinaan dan pelacuran di negara demokrasi yang menjunjung tinggi kebebasan bertingkah laku ini sangat mustahil. Karena itu, saatnya mengubah negeri ini menuju penerapan ideologi Islam secara kaffah, agar tak ada lagi remaja-remaja menjual diri, apalagi menjadi peserta pesta bikini yang mudah melakukan prostitusi bahkan jadi mucikari. Na├║dubillahi mindzalik.

0 comments:

Post a Comment

Kanal

Follow by Email

Blog Archive

Popular Posts